Ayah dan Bunda, Yuk Kenali Kecerdasan Majemuk Anak Lewat Bermain Bersama


Situasi pandemi virus Covid-19 mengharuskan para orangtua lebih dari dua bulan ini berada di rumah bersama anak-anak. Bekerja dari rumah sembari menemani anak-anak belajar dan bermain di rumah.

Biasanya sebelum pandemi, waktu kebersamaan orangtua dan anak mungkin hanya pada akhir pekan. Sekarang kebersamaan terjadi setiap hari, sehingga para orangtua mungkin makin mengenal dan dekat dengan anak-anaknya.

Nah, mumpung sedang bersama, ini kesempatan yang tepat bagi Anda mengenal jenis kecerdasan yang anak miliki sembari bermain bersama bersama mereka.

Mengapa bermain?

Penelitian pada 2007 yang diterbitkan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), fungsi bermain bersama anak bagi orangtua dan guru agar dapat memahami karakter anak, jalan pikiran anak, dapat intervensi, kolaborasi, dan berkomunikasi dengan anak.

Anak adalah pemain natural, sehingga mereka akan memperoleh kesenangan, kenikmatan, informasi, pengetahuan, imajinasi, dan motivasi bersosialisasi dengan bermain.

Saat mereka merasa senang dan nyaman bermain bersama Anda, mereka akan menjadi lebih terbuka.

Jadi, apa saja sih kecerdasan anak yang bisa dikenali orangtua sambil bermain bersama?

Dilansir dari Indonesiamontessori.com, Senin (29/1/2018), pakar pendidikan dan psikologi Howard Gardner menyebutkan ada sembilan jenis kecerdasan majemuk anak.

Pertama, kecerdasan matematika-logika.

Anak dengan jenis kecerdasan ini senang kegiatan tulis-menulis, mempelajari sebab akibat terjadinya sesuatu, berhitung, dan teka-teki. Anda bisa asah kemampuan si kecil di bidang ini dengan mengajaknya menghitung buku dan mainan.

Agar kegiatan lebih seru, Anda juga bisa rancang permainan detektif atau proyek sains sederhana.

Kedua, kecerdasan bahasa.

Anak yang memiliki kecerdasan ini umumnya punya keahlian menggunakan kata atau bahasa, dengan sangat baik dibanding teman seusianya. Ia suka mengarang, membaca, memiliki daya ingat yang tajam, dan detail terhadap sesuatu.

Anda bisa latih kemampuannya dengan sering mengajak komunikasi dan membaca. Agar suasana lebih seru, bisa juga lho diselingi dengan permainan kata yang di tulis pada kartu-kartu dan minta anak bercerita dengan kata itu.

Ketiga, kecerdasan musikal.

Kecerdasan jenis ini membuat anak peka pada nada dan irama. Mereka senang mendengarkan musik, memainkan alat musik, atau hobi bernyanyi.

Jika anak Anda termasuk golongan ini, asah kecerdasan mereka dengan memutar lagu anak-anak dan ajak mereka bermain musik bersama.

Keempat, kecerdasan visual-spasial.

Tipe kecerdasan ini mampu membedakan posisi dan letak dalam suatu obyek atau ruang. Biasanya mereka juga gemar menggambar dan merangkai berbagai bentuk atau dimensi.

Anda bisa rangsang kecerdasan anak bidang ini dengan melibatkannya dalam kegiatan menggunting, melipat, dan menggambar.

Anda juga bisa isi dengan permainan tebak gambar atau membangun dimensi menggunakan stick es krim serta material sederhana lain yang tersedia di rumah.

Kelima, kecerdasan kinestetik.

Apakah anak Anda tidak bisa diam? Senang berlari, melompat, dan sibuk dengan aktivitas fisik? Bisa dikatakan anak Anda memiliki kecerdasan kinestetik.

Yuk, rangsang kecerdasan kinestetik buah hati dengan kegiatan olahraga seperti lari pagi, bersepeda, dan bela diri.

Anak tipe ini juga bisa diajak melakukan physical play atau permainan fisik dengan kegiatan melompat, berlari, memanjat, meluncur, mengayun, hingga menari di rumah.

Keenam, kecedasan interpersonal.

Anak yang memiliki kecerdasan ini cenderung pandai bersosialisasi dan bisa memimpin. Mereka cepat memperoleh simpati dan punya banyak teman.

Selama menjaga jarak fisik di masa pandemi, anak tipe ini tentunya akan cepat merasa bosan di rumah. Yuk, ajak anak bermain yang melibatkan interaksi seperti permainan peran atau wayang sederhana.

Ketujuh, kecerdasan intrapersonal.

Anak dengan kecerdasan intrapersonal peka pada kemampuannya, selalu percaya diri, tidak minder tampil di depan banyak orang, dan tidak mudah putus asa.

Latih anak tipe ini dengan sering mengajaknya ikut ragam perlombaan sesuai minatnya. Meski sekarang berada di rumah saja, anak bisa diajak melakukan permainan yang menekankan pentingnya “proses” seperti membuat boneka menggunakan styrofoam.

Kedelapan, kecerdasan naturalis.

Kecerdasam naturalis ditandai dengan kecintaan anak pada hewan dan tumbuhan serta senang berada di alam terbuka seperti pantai atau pegunungan.

Meski tak bisa mengajaknya rekreasi, Anda bisa bermain imajinasi bersama anak dengan membuat rumah dan halaman seolah alam terbuka. Sesekali tirukan suara-suara hewan dan minta anak menebaknya.

Kesembilan, kecerdasan eksistensial.

Kecerdasan jenis ini tampak dari kesukaan anak mempertanyakan sesuatu yang Anda anggap berat. Contohnya, mengapa manusia hidup, apa tujuan manusia hidup, dan sebagainya.

Kecerdasan ini lebih mengarah ke bidang filsafat dan spiritual keagamaan. Rangsang anak dengan permainan cerita bergambar tentang nabi atau sejarah keagamaan Anda.

Dari sembilan kecerdasan majemuk di atas, ada kemungkinan anak memiliki lebih dari satu jenis. Meski begitu, biasanya setiap jenis kecerdasan memiliki kekuatan yang berbeda.

Peran Anda sebagai orangtua adalah merangsang dan mengarahkan setiap kecerdasan anak hingga usia sekolah dasar. Salah satunya melalui permainan berkualitas sesuai karakter dan kecerdasan mereka.

Sayangnya, banyak orangtua menyadari pentingnya bermain yang berkualitas hanya bagi perkembangan anak balita.

Lalu, ketika anak memasuki usia sekolah dasar, bermain selalu dipandang sebagai kegiatan yang menghambat atau contra productive dengan prestasi anak di sekolah.

Mulai sekarang, hilangkan pikiran bermain adalah hal buruk yang dapat membuang waktu Anda dan membuat anak malas belajar. Justru bermain penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik, sosial, emosi, intelektual, dan spiritual anak.


Anda tak perlu bingung menentukan permainan apa yang bisa Anda lakukan bersama anak di rumah setiap hari. Karena instagram @paddlepop.idn mengajak orangtua dan anak ikut bermain bersama melalui kampanye #PaddlePopMainYuk.

Head of Marketing Ice Cream Unilever Indonesia Arya Bahupringga menjelaskan, campaign #PaddlePopMainYuk diawali dengan kunjungan bersama karyawan dan mitra kerja Paddle Pop ke sekolah dasar pada sembilan kota di seluruh Indonesia.

Kemudian, mereka juga mengajak murid serta guru di sekolah tersebut untuk bermain bersama.

“Selanjutnya, di tengah pandemi Covid-19, campaign akan lebih banyak difokuskan melalui digital channel Paddle Pop. Di mana kami akan menghadirkan banyak ide bermain yang terinspirasi dari berbagai produk berkualitas Paddle Pop yang nantinya bisa dimainkan bersama anak selama di rumah aja,” jelas Arya secara tertulis.

Jenis-jenis permainannya pun beragam, mulai dari tebak gambar, tebak angka, tebak bentuk ruang, dan banyak lainnya yang bisa menjadi media mengenali kecerdasan anak.

“Dengan bermain, anak dapat mengenal lingkungan, berinteraksi, serta mengembangkan emosi dan imajinasi dengan baik. Anak tidak merasa terpaksa untuk bermain, tetapi mereka akan memperoleh kesenangan, kenikmatan, informasi, pengetahuan, imajinasi, dan motivasi bersosialisasi,” lanjutnya.

Anda pun dijamin tak akan kehabisan ide permainan karena ada ide-ide bermain dari SelebMom yang bisa menjadi inspirasi bermain bersama anak di rumah.

“Paddle Pop berharap orangtua semakin menyadari pentingnya bermain yang berkualitas bagi anak usia sekolah dasar dan lebih aktif menginisiasi waktu bermain bersama anak karena segala sesuatu yang baik itu dapat dimulai dengan bermain,” tutup Arya.

Tunggu apa lagi, yuk mulai rancang permainan seru bersama anak mumpung #dirumahaja. Perkuat koneksi Anda dan anak lewat permainan yang dapat merangsang kecerdasan mereka.