Wabup Moh Qosim Buka Dua Wisata Religi Andalan Gresik Untuk Umum

Wabup Gresik Moh Qosim sentra pedagang di kawasan wisata Makam Sunan Giri. (Miftahul Faiz/Klikjatim.com)

Gresik – Wabup Gresik Moh. Qosim membuka akses wisata Sunan Giri dan Sunan Maulanan Malik Ibrahim untuk semua peziarah dari berbagai daerah. Yang sebelumnya hanya warga Gresik yang diperbolehkan.


Bersama anggota Disparbud, calon bupati bersama rombongan menyapa pengunjung, dan tak lepas berkunjung ke Balai Desa Giri, dan Kantor Yayasan Sunan Giri.

Saat gelisah seperti ini, Pemerintah Kabupaten Gresik menerbitkan perbup no.22 tahun 2020 pasal 50 ayat 1. Dengan pakta integritas yang ditandatangi oleh pihak yayasan dan disparbud. Dengan syatat peziarah membawa surat keterangan sehat atau rapid test yang berlaku. Batasan peziarah sampai pukul 22.00 Wib. Dan simulasi untuk berlaku umum akan dimuali besok 25 Agustus sampai 31 Agustus 2020. Selanjutnya akan dievakuasi lebih lanjut.


Wabup disambut antusias warga dengan mengenalkan produk kue  Serabi di Balai Desa Giri. Lalu memyapa pedagang, dan pengunjung, dan memberikan edukasi tentang Sunan Giri.

Calon Bupati Gresik Moh. Qosim mengatakan, ada beberapa unsur mulai desa sampai kecamatan hingga Disparbud Gresik terus ikut memantau peziarah. Dengan ini tidak menutup  kesempatan medekatkan dengan Allah. Tetap dengan protokol kesehatan, semua siap untuk membantu dan mengambil Keberkahan di makam.

“Begitu turun dari bis dicek, jika tak makai masker jangan turun. Lalu cuci tangan, termoghen disiapkan. Jangan sampai wisata menjadi episetrum penyebab covid,” pesan Qosim kepada masyarakat Gresik, Senin (24/8/2020).

Dikatakan calon bupati itu, Gresik sudah zona orange, jangan sampai ke Zona merah. Ini demi keselamatan masyarakat.

“Ini sudah melandai, dianjurkan peziarah membaca sholawat lihomsatun, dan sholawat tibbil qulub sebanyak tiga kali selain wirid yang dipakai peziarah. Jika tidak dibuka orang akan melupakan, pemerintah telah menerbitkan, perda, dan surat edaran dari Disparbud,” tutur Qosim.

Lanjut Qosim, dengan beberapa unsur yang terlibat sebagai petugas makam, pihaknya memastikan antisipasi jika sewaktu ada peziarah yang mebludak.

“Dengan menyiapkan banyak tenaga, Disparbud, Kecamatan, Desa Giri,Klangon, Sekarkurung. Tetap ada physical disatancing, berapa kira-kira rombongan yang bisa masuk secara bergiliran. Dengan setiap peziarah malsimal 15 menit,” terang Qosim.

“Jadi mulai besok umum, untuk luar daerah, semoga kita semua selamat dari penyebaran pandemi ini. Waida mariddu wahua asfi,” pungkas Qosim.

Sekretaris Yayasan Sunan Giri Rusdi Amali menjelaskan, pihaknya selama ini sudah melakukan simulasi awal dengan jam buka pukul 09.00 Wib sampai 17.00 Wib, kedua sampai pukul 21.00 Wib. Dan sekarang sampai pukul 22.00 Wib dengan peziarah umum.

“Dan ini sudah tahap luar kota. Ada tiga zona yang disiapkan, area dalam makam, luat depan makam, dan  teras atau timur makam,” katanya saat usai pertemuan bersama Wabup Moh. Qosim.

Dikatakan Rusdi, dirimya bersama petugas lainnya mempunyai kendala dalam mengurusi peziarah yang datang.

“Kendala pada petugas, secara bergantian, atau shif. 2 shif sore dan malam,” ujarnya.

Salah satu pedagang  Sunan Giri Nur Efri Dita Firdausi merasa senang dan bahagia saat makam sunan Giri sudah mulai menerima peziarah luar daerah atau umum. Karena bisa ramai pengunjung sekaligus pembeli.

“Alhamdulillah bagus, untuk menaikkan kembali roda perekienomian. Sudah sejak enam bulan sepi peziarah. Hampir 100% mengalami penurunan. Setiap hari kan sepi, jadi  toko saya tutup,” tukasnya.