Lahirkan Inovasi dan Transformasi Digital secara Masif

Jajaran senat yang dipimpin Ketua Senat Prof Muhibbin dan Rektor UIN Walisongo Semarang Prof Dr Imam Taufiq dan anggota senat lainnya melakukan proses wisuda. (Istimewa)

Pandemi Covid-19 yang memaksa aktivitas secara daring, melahirkan inovasi dan transformasi digital secara masif bagi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. UIN Walisongo menggandeng Dreamlight World Media untuk menggelar wisuda 1.661 sarjana dengan Face Tracking Animation. “Wisuda virtual ini menjadi momentum transformasi dan perbaikan sistem digital UIN Walisongo untuk menjadi universitas yang unggul dan berdaya saing global,” kata Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Walisongo Semarang DR HM Mukhsin Jamil M.Ag kepada Jawa Pos Radar Semarang. Menurutnya, gelaran wisuda sarjana kali ini, jumlahnya terbesar di sepanjang upacara wisuda yang digelar UIN Walisongo selama ini. “Ini karena menggabungkan pelaksanaan wisuda April 2020 yang dipending. Akhirnya disatukan pada Agustus 2020 ini,” kata mantan Dekan Fakultas Ushuludin dan Humaniora (FUHUM) UIN Walisongo

Semarang.Persiapannya butuh waktu lama. Butuh 35 hari untuk mengerjakannya. Itu dilakukan dalam dua skema. Yakni, persiapan premiere smart and green graduation melalui Youtube streaming, dan persiapan launching smart card. Persiapan premiere smart and green graduation saja, dilakukan dalam tiga tahap. Pertama, pra produksi dengan mengumpulkan data dan foto wisudawan serta proses shooting beberapa komponen video. Kedua, tahap produksi dilakukan dengan membuat video berbasis face tracking animation pada lebih dari 1600 wisudawan.

Ketiga, tahap premiere dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dalam pengunggahan video wisuda virtual melalui Youtube streaming UIN Walisongo. Demikian halnya dengan launching smartcard yang dilakukan dalam tiga tahap. Pertama, pra produksi dengan mengumpulkan data, digitalitasi data, dan integrasi data dalam satu platform digital untuk alumni. Kedua, tahap produksi dilakukan dengan membuat barcode, aplikasi alumni, dan pencetakan smartcard. Ketiga, launching smartcard, pembagian smartcard dilakukan secara bertahap dari setiap unit fakultas dengan protokol kesehatan bersamaan dengan pembagian kompononen fisik lainnya. Seperti ijazah dan transkrip nilai. “Wisuda semacam ini harus dipersiapkan dalam waktu yang lebih panjang.

Kenyataannya, waktu yang tersedia terbatas. Ada beberapa wisudawan tidak melengkapi data dan foto dengan resolusi yang sesuai, sehingga tidak bisa ditampilkan dalam proses face tracking animation,” jelasnya. Kendati begitu, wisuda ke-78 UIN Walisongo ini memiliki benefit yang sangat banyak bagi mahasiswa. Apalagi ini pertama kalinya, lulusan mendapatkan benefit smartcard yang akan memudahkan para lulusan dalam proses mencari kerja. Bukti-bukti akademik seperti ijazah, transkrip nilai, SKPI, dan data diri dapat diakses secara langsung secara digital melalui smartcard.

Selain itu, lulusan memiliki video kenangan seumur hidup saat dirinya diwisuda oleh rektor atau dekan secara virtual. Hal ini menjadi komitmen UIN Walisongo dalam menjawab tantangan global dan revolusi 4.0 dengan melakukan transformasi digital sesuai jargon UIN smart and green campus. Dengan tambahan lulusan Agustus 2020 ini, maka UIN Walisongo Semarang sejak tahun 1970 telah meluluskan 40.915 orang. Terdiri atas, doktor 267 orang, magister 1.656 orang, sarjana 37.599 orang, ahli madia 1.288 orang dan ahli muda 105 orang.

RS